Tejorejo (13/8) - Pembangunan komunitas dan wilayah secara struktural akan memiliki sebuah acuan sebagai pemberi arah. Dalam level tertinggi, Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB telah mengeluarkan acuan tujuan pembangunan berkelanjutan global atau dinamai dengan sustainable development goals (SDGs). Acuan tersebut kemudian memiliki turunan dalam segenap kerangka aturan yang dikeluarkan oleh kementerian pada level pemerintah pusat, lalu diturunkan ke level pemerintah daerah hingga pemerintah desa.
Ketika kita mengamati Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, nampaknya desa telah memiliki bekal untuk meneruskan pembangunan dan pemberdayaan desa yang berkelanjutan. Secara tidak langsung, program dan kegiatan dari pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, Kelompok Pekka dan Bank Sampah, hingga Kelompok Bisnis Khadijah Desa Tejorejo telah melakukan banyak kegiatan yang mendukung terwujudnya pembangunan berlandaskan SDGs.
Tim KKN Universitas Diponegoro 2026 Desa Tejorejo turut memperkuat niat dan arah pembangunan desa melalui dua program multidisiplin, dengan memuat 9 keilmuan berbeda dari 9 anggota tim. Keilmuan tersebut antara lain berasal dari program studi Hubungan Internasional, Kedokteran Gigi, Teknik Geologi, Oseanografi (Kelautan), Informasi dan Humas, Akuntansi, Psikologi, Statistika, dan Ilmu Hukum.
Multidisiplin 1 dijalankan dalam tajuk "Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Tejorejo yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan sesuai SDGs No. 6 (air bersih dan sanitasi layak), 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), dan 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab). Sembilan program studi itu bekerja sama menjalankan beberapa program, di antaranya yakni pemetaan kualitas air tanah dan penyajian data statistik terkait kualitas air tanah pada rumah warga di Desa Tejorejo, penyuluhan pemilahan sampah untuk anak usia sekolah dasar, hingga meluncurkan akun Instagram resmi desa sebagai media sosial terbaru untuk menampilkan infografis terkait pengelolaan sampah. Tim KKN juga memperkuat branding desa dalam melancarkan beberapa unggahan pada media massa sebagai reportase pasca-kegiatan.
Mahasiswa berharap, program maupun kegiatan desa yang dijalankan oleh Pemdes, TP PKK, maupun kelompok atau unit lain seperti Kelompok Pekka, UB UMKM Khadijah, dan pelaku kesenian hingga forum pemuda, sudah seharusnya terus dipertahankan. Peningkatan kapasitas pengelolaan lingkungan pada dasarnya memang tidak bisa terlaksana dalam waktu cepat, sehingga mahasiswa juga berharap terjadi peningkatan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam memperjuangkan lingkungan layak huni dan bertanggung jawab atas keberlanjutan kehidupan generasi berikutnya.
Penyajian informasi mengenai kualitas air tanah pada sumur pribadi milik beberapa rumah warga juga diharapkan menjadi tolak ukur dalam memahami persebaran kualitas air yang memiliki kaitan terhadap kualitas hidup masyarakat nantinya. Dalam konteks ini, Kepala Desa Tejorejo, Murtijoso, mengapresiasi program yang dijalankan oleh mahasiswa Teknik Geologi dan mahasiswa Statistika tersebut.
Dipost : 12 Agustus 2026 | Dilihat : 4
Share :